Thursday, March 13, 2008

Benchmark Report: PCCW

PCCW Limited didirikan oleh Richard Li Tzar Kai, anak dari Biliuner Hongking, Li Ka Shing. Pada bulan Agustus 2000, PCCW mengakuisisi Hong Kong Telecom mejadikan PCCW sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Hongkong.

Pada Januari 2003, PCCW membentuk anak perusahaan dengan nama Cascade. Cascade melayani PCCW dalam servis dan operasi network telekomunikasi, dan menyediakan design network infrastruktur, consulting solutions, project management, maintenance dan technical support.

Financial Performance

Tahun 2006, pendapatan PCCW meningkat 14% dari US$ 2,885 pada tahun 2005 menjadi di US$ 3,287. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh pertumbuhan TV & Content yang merupakan revenue driver yang baru, dengan pertumbuhan mencapai 71% YoY. Now TV sudah terinstall 758,000 dengan 130 channel, serta memiliki advertising dan interactive service sebagai new revenue stream.

PCCW customer based tumbuh 25% setelah mengakuisisi 100% SUNDAY Asset. Paltform yang digunakan adalah GSM dengan me-launch layanan 3G. Cross platform service: NowTV, Moov, MobileTix, snaap!, EasyWatch, siap untuk menuju integrated services, Quad Play.

Adapun revenue growth diperoleh juga dari anak perusahaan PCCW: CASCADE, Contact Centers dan PCCW Global.

Operational & Strategic Review

Sejak tahun 2006, PCCW intensif untuk melakukan investasi di Quad Play Platform, yang menginte-grasikan empat layanan, yaitu:
  • Fixed Line
  • Broadband (Netvigator)
  • Pay TV (NowTV)
  • Mobile (PCCWMobile)
PCCW telah melakukan strategic partnership dengan CNC China. PCCW telah melakukan akuisisi 50% CNC Broadband China yang memiliki layanan broadband kepada lebih dari 250.000 subscriber di Hanzhou dan Ningbo. Selain itu, PCCW Global telah menandatangani kontrak dengan China Netcom dalam penyelenggaraan 30 Megabyte connectivity antara Hongkong dengan US.

PCCW Global

Keith Wong menjelaskan bahwa saat ini PCCW Global memiliki IP Backbone terbesar di Asia Pasific Region. IP Backbone meliputi 49 node di 18 negara, serta 30 node public Internet Exchange. PCCW memiliki koneksi dengan Jakarta melalui Singtel Singapore.

Adapun Solusi Enterprise yang diprovide oleh PCCW Global meliputi:
  • International Ethernet Private Line (IEPL)
  • International Managed Bandwith Services (IMBS)
  • Serv ice Provider Solution
  • Cellular Backhaul Service
  • IP Transit
  • Hosted PBX
  • MPLS VPN Solutions
  • VoIP Switch Partition (VPS) Service
  • Satellite Solutions
  • IP-VPN
  • Broadband VSAT Service
  • Broadband Global Area Network (BGAN)
  • Mobile Messaging Services
  • Global Audio Conferencing Services.
  • Managed Equiptment Services.
  • Managed Security Services.

PCCW's Integrated Technology Platform

Wednesday, March 12, 2008

Google & Android


Jika kita mendengar berita bahwa Google berambisi menguasai pangsa iklan di Internet, atau menguasai pangsa data center, atau bahkan pangsa peta satelit online, mungkin itu sudah bukan hal baru di telinga kita. Tetapi bagaimana jika yang kita dengan adalah ambisi terbaru Google untuk menguasai pangsa telepon seluler? Tentunya hal ini akan benar-benar menjadi berita baru dari sederetan ambisi Google selama ini.

Google mempunyai alasan cukup kuat untuk melirik pangsa ini, karena perkembangan teknologi telepon seluler sewasa ini sudah bukan merupakan evolusi lagi, melainkan sebuah revolusi. Babak baru dalam dunia telekomunikasi nirkabel ini terus bergulir dengan cepat. Jika sekarang seseorang mempunyai PC di rumah, dan notebook untuk ke kantor atau kuliah, serta berkomunikasi melalui telepon seluler. Maka pergerakkan yang kemudian terjadi sekarang adalah, orang mulai berpikir bagaimana menyatukan semuanya dalam satu genggaman. Sebenarnya hal tersebut telah mulai dipenuhi dengan munculnya PDA/smartphone, di mana seseorang dapat merangkum semua kebutuhan komputasinya dalam satu genggaman. Dan perkembangan inilah yang membuat Google berambisi untuk menguasai pangsa ini.
Sebenarnya niat Google untuk berekspansi ke bidang seluler telah tercium sejak awal tahun 2005 lalu, saat Google mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile bernama Android. Pengembang software ini sendiri, saat ini ditunjuk sebagai pengembang Android di Google. Android sendiri dirancang sebagai sebuah software seluler open source berbasis Java, dalam jaringan 3G dengan teknologi GPS.

Namun satu hal yang mengherankan dari Google adalah pada saat peluncuran Android sendiri. Ternyata peluncuran sistem operasi seluler ini digawangi oleh 34 perusahaan software maupun semi konduktor yang tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance). Jawabannya mungkin tak akan jauh berbeda dengan ekspektasi Google dari industri Internet selama ini, yaitu pangsa iklan. Apa yang membuat Google bersemangat mengembangkan Android ternyata adalah kecenderungan akan berpindahnya minat masyarakat dalam mengakses Internet, dari PC atau notebook ke handphone. Dengan begitu tak pelak lagi semua iklan online maupun belanja online juga akan berpindah ke perangkat genggam ini. Itulah salah satu alasan cerdas Google dalam mengembangkan Android. Google sendiri menyatakan kepada CNET bahwa Android baru akan diluncurkan ke pasar pertengahan tahun 2008 yang akan datang. (source: http://beritanet.com/)


Tuesday, March 11, 2008

Santri Indigo

Internet Goes to Schools (IG2S) program drives not only regular schools but also pesantrens (school of Qur’anic studies) which are now start to realize how important the benefits of communication and Internet. One of the TELKOM’s Corporate Social Responsible is called Santri INDIGO Program. INDIGO means Indonesia Digital Community, which initiated by TELKOM. The aim of Santri Indigo Program is to release pesantren community, especially santri-ers (student of Qur’anic studies) and ustadz-ers (teacher of Qur’anic studies), from Internet unintelligent.

Internet Training for Santri Indigo was held in Pesantren Al-Hamiddiyah, Depok, on 22-23 December 2007 and in Pondok Pesantren Modern Al Ikhsan, Bandung, on 23-24 February 2008.

On the 21st Century, people start to enter the conceptual age, therefore civilization and culture are start to drive into the power of creativity. Together with other digital communities, we hope that the santrie-ers can develop empathy and creativity, thus art and beauty can be created and coloring the world. (source: Tempo, 3rd March 2008)


Santri Indigo Training





Monday, March 10, 2008

Visit ke TANBERG


Tandberg adalah merupakan leading global provider yang menyelenggarakan visual communication products and serices dengan headquarted di New York dan Norway. Tandberg mendesign, mengembangkan dan memarketkan sistem dan software untuk video, voice dan data. Tandberg menyelenggarakan penjualan, support dan value added services di lebih dari 90 negara world wide. Tandberg merupakan perusahaan publik yang dilisting di Oslo Stock Exchange.

Pada tahun 2006, pertumbuhan revenue Tanberg tumbuh 21,6% merupakan refleksi dari pertumbuhan video conferencing industry. Tahun 2006 merupakan tahun “renewed visibiltity” bagi videoconferencing industry, dimana infrastruktur untuk mendukung video sudah dideploy di banyak negara. Demand terhadap video conferencing meningkat seiring pertumbuhan teknologi visual communication.

Natural Communication

Tanberg Vision adalah untuk menyelenggarakan Natural Communication: "making the video experience as natural as having an in-person conversation". Visi ini diharapkan dapat mengembangkan market di tahun 2007, seiringa dengan kemajuan infrastruktur komunikasi – NGN, 3G, dsb.

Strategic Alliances

Tanberg memiliki strategic alliance dengan IP Network Provider, Nortel dan Avaya. Di bidang Video Telephony Solution, Tanberg menggandeng Cisco melalui bundling produk Cisco CallManager 4.0 dengan Tandberg SCCP Video Endpoints. Sedangkan untuk aplikasi Tanberg memiliki strategic alliance dengan IBM dan Microsoft.

Market Position


Tanberg pada tahun 2006 memiliki global market share sebesar 39,7% (revenue) dan 27% (unit yang dijual).

Movi: New Video Conferencing Solution from Tanberg

Pada kesempatan CommunicAsia, Tanberg menampilkan produk/ solusi terbarunya yang disebut Movi. Movi merupakan produk unggulan pada CommunicAsia 2007. Movi adalah server-based video application untuk enterprise market. Movi memungkinkan pengguna PC dengan webcam untuk masuk ke jaringan video conferencing di perusahaannya dan berkomunikasi secara visual dengan rekan kerja dari mana saja selama terhubung dengan internet.

Selain itu, Movi juga merupakan solusi yang baik sebagai banking kiosk solution, yang didesign untuk memudahkan pelanggan bank untuk berkomunikasi secara visual dengan petugas customer service.

Tandberg Management Suite

Satu lagi produk unggulan dari Tandberg adalah Tandberg Management Suite (TMS), yaitu satu platform management untuk seluruh kebutuhan visual communication. TMS menyediakan control dan visibilitas yang lengkap baik untuk onsite maupun remote video system. TMS yang dilengkapi dengan Tandberg Management System cocok sebagai solusi video conferencing yang lengkap bagi kebutuhan enterprise.

Tanberg Management Suite

Wednesday, March 5, 2008

Internet Goes to School (IG2S)

Number of Indonesia’s people is huge, more than 235 million people, surely it is a nation power and also potential market for many products, services and investments. But, in reality, Indonesia is still facing about poverty and stupidity. The starting point of poverty and stupidity is lack of education.

PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM), as a government state own enterprise which focus on developing Information and Communication Technology (ICT), takes responsible to increase the quality of Indonesian people. In TELKOM point of view, smart nation, which will lead to people wealth, is the prerequisite in developing innovation, especially in ICT. Based on this facts, TELKOM launches Internet Goes to School (IG2S) as an initiative to introduce Internet in schools within nation. In this program, students and teachers are introduced to know better about Internet. This program has been being conducted since 1999. IG2S program is always attractive for students. Students learn to communicate using e-mail, mailing list, chatting, browsing, how to use searching engine like Google and Yahoo!, and finally how to create own blog. Furthermore, students will learn to self development and use Internet as a tool to get done their own school’s assignments.

In another hand, many schools in Indonesia have limited budget to provide Internet facility. To overcome this problem, TELKOM provides Speedy SchoolNet, an connection using Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), which will connect all Schools in Indonesia to National Education Network (Jaringan Pendidikan Nasional/ Jardiknas). Jardiknas is built by Departemen Pendidikan Nasional in corporation with TELKOM. Jardiknas connects all Education District Offices within Indonesia. Schools can get educational contents from Jardiknas in term of studying-teaching process and management. TELKOM also gives special discount Internet access for schools up to 40%.

Since it is started, IG2S has been involving thousands of schools, millions of students within Indonesia. TELKOM contribution in achieving Internet awareness on education sector in Indonesia will increasing. And I hope, it will lead to better education for people and also increase people wealth, in general. (source: Tempo, 3rd March 2008)

IG2S Training


TELKOM Web Blog Competition

Sunday, March 2, 2008

Mobile Learning

Kemajuan ICT secara kontinu terus berkembang di dunia Higher Education, menciptakan pengalaman “anytime/ anywhere”. Wireless Network dan Mobile Communication dipasangkan dengan perangkat personal computer (PC/ laptop), menghadirkan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk mengakses informasi kampus, dan berkomunikasi baik antar student maupun dengan pengajar. Dengan kemajuan teknologi baik di bidang Wireless Network maupun Mobile Communication, menjadikan 2 remarkable area Future Learning, yaitu: Mobile Learning (M-Learning) dan Wireless Learning (W-Learning). Dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, boundary perbedaan antara M-Learning dan W-Learning akan semakin sulit untuk dibedakan (age of convergence).

Untuk melihat perbedaan yang jelas antara M-Learning dan W-Learning maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini:


Source: Wentzel, Petra, Using Mobile Technology to Enhance Students’ Educational Experiences, ECAR Case Study, 2005




Implementasi M-Learning

Sejak tahun 2003, Coastline Community College (CCC) di Amerika telah menyediakan pengajaran lengkap melalui handheald Pocket PC devices. M-Learning ini digunakan bagi pelajar-pelajar militer di Amerika (http://military.coastline.edu/pocket_ed.htm).


Beberapa universitas di Amerika, memberikan studentsnya iPods yang telah diisi oleh kampus form registrasi, kebijakan kampus, peta, organisasi kampus, jadwal kelas, dan informasi perpustakaan. Mereka menggunakan teknologi MP3 dan Mpeg4 untuk petunjuk informasi kuliah dan rekaman dosen (podcasting)
Organisasi Kampus dan komunitasnya menggunakan M-Learning. American College of Physicians menyediakan konten learning melalui PDA. (http://www.acponline.org/pda/).


Holistic E-Learning System

Holistic E-Learning System mengintegrasikan klasikal, mobile learning dan wireless learning:





Source: Gorgieva, Evgeniya, Angel Smirikarov, and Tsvetazor Georgiev, “A General Classification of Mobile Learning Systems”, International Conference on Computer Systems and Technologies - CompSysTech’ 2005

Secara Umum, advance E-Learning System dikategorikan sebagai berikut:

  • On-campus systems, dimana dapat diakses di dalam lingkungan kampus. Access bisa menggunakan wireless, dengan menggunakan laptop atau tablet PC (W-Learning)
  • Off-campus systems, dimana dapat diakses dari luar lingkungan kampus dengan akses menggunakan pocket size computers (PDA), cell phone atau smart phone, selama device tersebut memiliki kemampuan support wireless communication (GPRS, UMTS, CDMA). Juga memilliki kemampuan untuk mengirim/ menerima SMA yang berisi berita dan pesan penting lainnya dari kampus ke user/ students (M-Learning)

Wah… keren ya. Bagaimana dengan kampus-kampus di Indonesia? Apakah sudah ada yang mengaplikasikan Mobile Learning?

Sunday, February 24, 2008

The Power of Visualisation

Ada cerita tentang seorang pilot amerika yang tertembak jatuh dan dipenjara di Korea Utara pada saat perang Korea di tahun 1950-an. Pilot ini memiliki kegemaran untuk bermain golf, sehingga selama berada di penjara, pilot ini selalu ber-visualisasi bahwa dirinya bermain golf di sebuah turnamen dan menang… Dia habiskan waktu untuk “bermain” di 18 holes, berulang kali, ya… sekalian menghabiskan waktu di penjara yang membosankan.

Pilot ini akhirnya dibebaskan dan pulang ke Amerika. Satu hal yang langsung dia lakukan adalah memasuki sebuah turnamen golf. Coba tebak? Dengan sangat mudah, dia memenangi turnamen tersebut, yang membuat semua orang yang hadir kagum kepada dia. Orang menyangka bahwa dia dapat menang karena keberuntungan. Namun dia menjawab, tidak. Dia tau dia akan menang karena dia sudah bermain dan berlatih secara mental, mempraktekan pukulan-pukulan kemenangan (winning shots), selama bertahun-tahun, walaupun di belakang jeruji sebuah penjara…

Lesson Learned

Inilah sebuah contoh kekuatan visualisasi. Di tulisan terdahulu, ketika mengupas Imagine, ataupun Vision, maka imagination/ vision tersebut akan lebih mudah tercapai jika kita melalukan visualisasi. Sebetulnya kekuatan visualisasi ini akan mendorong mental dan tindakan kita untuk bertindak lebih kuat untuk mencapai visi kita.

Saya juga membiarkan anak-anak saya, Key & Jesse, untuk berimajinasi, dan memvisualisasikan keinginan-keinginannya. Saya masukan Key kesebuah tempat les untuk menggambar di Global Art, dan saya biarkan dia (yang memiliki cita-cita sebagai Arsitek) untuk setiap hari bermain lego, dengam membuat bangunan tingkat 5 atau 6… Ayo, Key… pancarkan kreatifitas melalui visualisasi!!!




Key & Jesse memvisualisasikan menjadi Polisi di Bandara